Aset Pemerintah Hilang Rp50 Triliun

Banyak program Pemprov DKI Jakarta yang tidak menyentuh masyarakat, sehingga proyek berhenti di tengah jalan atau bahkan gagal total. Begitu pula perusahaan BUMD yang tidak dikelola secara profesional banyak yang terancam gulung tikar dan mengakibatkan aset pemerintah yang hilang mencapai Rp50 triliun.

Hal ini terungkap dalam dialog Gerakan Muda Forum Betawi Rempug (FBR) yang dihadiri ratusan orang termasuk Direksi Bank DKI maupun aktivis LSM se-Jabotabek di Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, kemarin.

Acara ‘kongkow bareng’ bertema ‘ Nyok Kita Jaga Iklim Investasi di Kota Jakarta’ menghadirkan sejumlah narasumber.

Ketua Umum Garda Muda FBR, Fajri mengungkapkan bahwa sejumlah BUMD milik Pemprov DKI sudah banyak yang kembang-kempis. “Ada 23 BUMD, sebagian besar terancam gulung tikar karena perusahaan tak dikelola dengan baik sehingga investor kabur,” papar Fajri pada acara yang dibuka Ketua Umum FBR, Lutfi Halim yang mengobrol bersama narasumber Dirut Bank DKI Winny Erwindya.

Investor segan menanam modal di Jakarta lantaran suhu politik selalu tinggi. Untuk itu, FBR selaku warga Jakarta mengajak semuanya untuk peduli meningkatkan keamanan lingkungan dan menurunkan suhu politik. “Forum ini juga mengundang sejumlah organisasi masyarakat maupun LSM agar kita semua saling menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Jangan saling tabrak, karena kita harus jaga cegeran agar tidak melenceng dari tujuan,” ujar Fajri.

Anggota FBR maupun warga Ancol Jakarta pada umumnya diharapkan turut peduli menjaga iklim investasi dalam keadaan kondusif sehingga ekonomi akan berkembang dengan sendirinya.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s