Menuju Puncak Membaca

Membaca merupakan salah satu aktifitas yang penuh manfaat dalam kehidupan kita. Membaca dapat memberikan kita informasi tentang segala macam fenomena kehidupan. Contoh yang paling sering kita lakukan adalah dengan membaca Koran. Banyak diantara kita yang setiap hari membaca Koran yang berisi deretan fakta-fakta atas suatu kejadian di muka bumi ini. Dengan membaca Koran kita tentunya mendapat informasi yang baru, banyak dan cepat.

 

 Selain itu membaca juga bisa memberikan kita hiburan misalkan dengan membaca novel atau komik. Kita akan tertawa ketika membaca komik-komik lucu. Mungkin kita juga akan merasa sedih ketika membaca novel-novel percintaan yang tragis. Sungguh dengan membaca kita akan mendapat hiburan yang tanpa kita sadari akan membuat pikiran kita segar kembali setelah beban kehidupan menghinggapinya.

 

Namun dua tujuan membaca di atas seringkali melupakan tujuan lain dari membaca yang mungkin lebih penting dari keduanya, memberikan pemahaman. Buku ini memfokuskan pada panduan membaca untuk memahami bahan bacaan kita. Kita mungkin dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari bahan  bacaan tapi seringkali kita kesulitan dalam memahami bahan bacaan tersebut minimal mendekati pemahaman penulis akan lebih baik lagi ketika tingkat pemahaman kita sama dengan penulis. Ketika itu terjadi maka kita telah mencapai tujuan puncak dari membaca.

 Level Membaca

Dalam rangka peningkatan keterampilan membaca kita, buku ini menjelaskan empat level membaca. Level membaca lebih mengacu pada tingkatan keterampilan membaca dimana yang lebih tinggi biasanya mencakup yang lebih rendah. Level membaca tersebut yaitu membaca dasar, membaca inspeksional, membaca analitis, dan membaca sintopikal.

 Level pertama disebut Membaca Dasar. Penulis buku ini memang lebih mengarah pada proses membaca permulaan. Lebih ekstrem disebutkan tahap ini membuat orang yang tadinya tidak bisa membaca menjadi bisa membaca. Level ini biasanya dipelajari di sekolah dasar. Pada level ini pembaca hanya dituntut untuk mengajukan pertanyaan “Apakah yang disampaikan oleh kalimat itu?”

Level membaca dasar ini sepertinya sudah dikuasai oleh kita namun tanpa kita sadari sering mengalami kesulitan ketika menghadapi teks bahasa asing. Dengan menguasai level ini kita akan membaca lebih cepat dari biasanya.

 

Level kedua yaitu membaca Inspeksional. Selama ini kita mungkin lebih sering mendengar istilah “skimming” ketimbang istilah ini. Membaca inspeksional memang level membaca yang ditujukan untuk menemukan yang terbaik dari sebuah buku dalam waktu yang relative singkat. Dalam level kedua ini pembaca dituntut untuk mengajukan pertanyaan  “apa perihal buku itu?” pertanyaan lain adalah “Bagaimanakah struktur buku itu?”

 Level membaca ketiga yaitu membaca analitis. Membaca analitis ini relative lebih sulit dan kompleks dibandingkan dengan dua level sebelumnya. Namun kesulitan ini bergantug pada buku yang kita baca. Tujuan membaca analitis ini adalah untuk mendapatkan pemahaman. Buku ini mengungkapkan bahwa membaca analitis berarti membaca menyeluruh, membaca lengkap atau membaca dengan baik. Pada level ini pula pembaca harus mengajukan pertanyaan dalam jumlah banyak dan lebih mendetail dibandingkan dengan dua level membaca sebelumnya.

Oleh sebab itu, membaca analitis ini pasti akan membutuhkan waktu yang relative lama. Level membaca yang terakhir adalah Membaca Sintopikal. Membaca sintopikal ini merupakan level membaca paling tinggi karena paling kompleks dan sistematis.

 Level ini bisa juga disebut membaca komparatif. Membaca banyak buku dan membandingkan topic yang satu dengan topic lain dan menghubungkannya. Manfaat dari membaca sintopikal yaitu kita bisa membuat suatu analisis topic yang mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit oleh buku apa pun di antara buku yang kit abaca.Setelah kita menguasai keempat level membaca ini, kita akan mendapatkan manfaat luar biasa dari aktifitas membaca itu sendiri. Tidak hanya sekedar mendapatkan hiburan tapi juga informasi dan pemahaman yang komprehensif atas suatu buku. Kita pun tidak layak lagi mendapat gelar sophomores karena kita sudah menggapai tujuan puncak dari membaca. VERI NURHANSYAH TRAGISTINAAnggota Community of Booklovers Universitas Indonesia (CYBER UI)

Tinggalkan komentar

Filed under Review

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s