Mahasiswa UI Bentuk Pokja Pemilihan Rektor

Pergantian pucuk pimpinan kampus UI segera digelar. Rektor lama akan segera mengakhiri masa jabatannya. Beberapa kandidat calon rektor sudah mulai mempersiapkan diri. Persiapan pun dilakukan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR). Bahkan, boleh dikatakan sejak bulan April 2007 PPR telah bekerja mulai dari publikasi dan penjaringan bakal calon rektor baru sampai dengan seleksi awal bagi mereka yang berminat menduduki kursi nom0r satu di universitas paling tua di Indonesia ini.

 

Namun, suasana pemilihan rektor ini tak dirasakan sepenuhnya oleh mahasiswa UI. Tak banyak mahasiswa yang peduli pada hajatan lima tahunan ini. Hal ini wajar karena mahasiswa memang tidak dilibatkan secara langsung dalam pemilihan rektor. Satu-satunya suara dari mahasiswa yang akan dipertimbangkan adalah suara anggota MWA perwakilan mahasiswa.

 

Padahal, mahasiswa akan banyak merasakan dampak dari hasil pemilihan rektor ini berupa kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh rektor terpilih nantinya. Merasa perlu mengkritisi proses pemilihan rektor ini, BEM UI berinisiatif membentuk Kelompok Kerja Mahasiswa untuk Pemilihan Rektor (Pokja Pilrek). Amiruddin selaku sekjen Pokja Pilrek dalam acara launching Pokja tersebut pada 8 Juni lalu menyatakan, “Bahkan bukan hanya mengawal Pilrek ini, tapi kita juga harus mengawal rektor terpilih nantinya.”

 Dalam kesempatan yang sama, Shofwan Al Banna yang sekarang menjadi salah satu anggota MWA UI mengungkapkan kekesalannya minimnya peran mahasiswa dalam proses pemilihan rektor. “Titik tertinggi daya tawar mahasiswa adalah hari ini, pada saat pemilihan rektor ini,” ujarnya. Shofwan tampak begitu menggebu-gebu dengan setelan baju koko biru, celana panjang coklat dan bersendal jepit. Sayangnya, forum sore itu hanya dihadiri belasan mahasiswa saja. Ih/Krd

2 Komentar

Filed under Community

2 responses to “Mahasiswa UI Bentuk Pokja Pemilihan Rektor

  1. morent

    saya sebenarnya bingung mengenai jalannya proses seleksi rektor UI
    siapa yang menetapkan standar kelayakannya?
    siapa pula yang mampu menjamin kelayakannya?

    kira-kira peran apa yang dapat diberikan oleh mahasiswa dalam pemilihan rektor?
    saya sebenarnya juga sangat tertarik mengenai hal ini, tetapi hal yang saya lakukan hanya bisa memantau perkembangan tanpa tahu harus berkontribusi apa

  2. nurul

    sebenarnya saya tertarik, tapi sayangnya suara mahasiswa sangat kecil di MWA.
    Dan, anggota MWA unsur Mahasiswa belum dapat mengakomodir
    kepentingan mahasiswa dan menyatukan suara mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s