Mahasiswa dan Impersonalitas Hukum Islam

Oleh  MUHAMMAD KARDIANSYAH

Dalam diskusi mengenai penerapan hukum Islam, kita akan menemukan beragam pendapat yang dilontarkan oleh mahasiswa. Di kalangan mahasiswa — yang katanya mempunyai pemikiran yang lebih logis dari masyarakat pada umumnya– ada yang menerima, menolak, bahkan bersikap acuh terhadap penerapan hukum Islam ini. “Hukum Islam tak sesuai HAM.” ;  “Hukum Islam untuk orang Islam saja” ; Atau “Bagaimana nasib umat lain ketika hukum Islam diterapkan?”
Berbagai opini tersebut ber-anggapan bahwa hukum Islam akan membawa pertentangan apabila diterapkan di dalam masyarakat.

Pada dasarnya Islam sebagai sebuah ajaran mempunyai aturan-aturan yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Per-tanyaannya adalah apakah umat lain harus tunduk kepada ajaran Islam dan apakah hukum Islam dapat bersifat impersonal dalam pene-rapannya?
Beberapa Jawaban dapat kita temukan dalam konsep-konsep yang ada di dalam Islam. Fakta sejarah juga menjawab bagaimana nasib umat lain ketika hukum Islam diterapkan. Dengan melihat kedua hal ini dapat kita simpulkan bahwa Islam dapat berlaku secara impersonal dalam masyarakat.

Islam mempunyai dalil-dalil yang menjelaskan bahwa Islam adalah ajaran yang diturunkan bagi seluruh semesta alam. Jadi Islam tidak diturunkan hanya untuk mengatur hubungan antar umat Islam saja; akan tetapi umat Islam dengan umat lainnya; umat Islam dengan tumbuhan; dan umat Islam dengan lingkungannya. Dalil lain menyebutkan bahwa terdapat kewajiban untuk memutuskan perkara di tengah-tengah umat. Kata “umat” disini tidak hanya umat Islam saja akan tetapi masuk juga di dalamnya umat Yahudi, Nasrani, dan umat lainnya.

Akan tetapi, yang harus kita ketahui, penerapan hukum Islam disini tidak mengartikan bahwa umat lain diluar Islam dipaksa untuk masuk ke dalam Islam. Hal ini karena masuknya seseorang dalam Islam merupakan keinginan yang di-dasarkan kehendak sendiri (sukarela) bukan berdasarkan paksaan.

Sejarah merupakan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa seluruh umat telah hidup dalam kesejahteraan dan kedamaian dalam naungan negara Islam. Negara Islam dimana di dalamnya diterapkan hukum-hukum Allah. Rasulullah SAW sendiri juga menjamin hak-hak umat non Muslim dalam suatu daulah atau negara Islam. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa setiap orang yang menganggu hak-hak non Muslim akan berurusan langsung dengan Rasulullah SAW. Hal itu meng-gambarkan bahwa Rasulullah SAW sangat adil terhadap umat non-Muslim yang ada dibawah kekuasaan beliau.

Pada masa Khalifah Abdur-rahman ad-Dahil, kota Andalusia merupakan kota yang di dalamnya hidup rukun tiga umat beragama yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi. Hal ini membuktikan bahwa di bawah naungan Islam kota tersebut merupakan kota yang sejahtera dimana kerukunan umat beragama terjaga di dalamnya, berbeda kota tersebut dikuasai oleh pasukan kafir yang merubah kondisi kota tersebut berbalik dari kedamaian menjadi lautan darah umat Muslim. Sejarah pun mem-buktikan bahwa dengan Islam umat manusia hidup rukun dan damai.

Hukum Islam sebagai hukum yang diturunkan Allah SWT sebagai pencipta alam harus ditegakkan. Kita perlu menyadari hukum positif yang berlaku sekarang ini ada yang berasal dari pemikiran satu orang akan tetapi hukum tersebut diterima oleh seluruh masyarakat dan berlaku secara impersonal. Mengapa hukum yang berasal dari pencipta manusia –yang artinya pemilik seluruh alam ini dan pemilik seluruh manusia– masih diragukan keabsahannya. Adakah hukum yang lebih baik selain hukum dari Zat Yang Maha Tahu ?

M. KARDIANSYAH
Mahasiswa FHUI dan Ketua Departemen Kajian Forum Remaja Mesjid (FRM) Universitas Indonesia

1 Komentar

Filed under Perspective

One response to “Mahasiswa dan Impersonalitas Hukum Islam

  1. FirmanSyah

    di Indonesia selama 62 tahun kemerdekaannya tidak pernah mengenal yang namanya hukum islam karena negara ini adalah negara demokrasi yang menghargai hak setiap warga negaranya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s