Hiburan Menjelang Musim Ujian

 Muskat

Azan Maghrib telah lama berkumandang. Dua pekan lalu, dua mobil van beriringan memasuki gerbang utama kampus Universitas Indonesia. Bagian belakangnya terbuka dan di situ berjejer beberapa mahasiswa. Mereka duduk berhimpitan menghadap belakang. Yang seorang memegang mikrofon. “Jangan salah. Setelah Bundaran Psikologi belok kanan”, teriaknya.

Dua mobil tersebut terus mengarah ke areal Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI. Di sana mahasiswa sudah tampak menyemut. Hari itu, Jum’at (4/5) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI punya hajatan besar. Sebuah ritual musik tahunan sedang digelar. Mahasiswa UI menyebutnya “Muskat” alias Musik Khatulistiwa 2007.

Sejak pagi hari jalan dua arah menuju Pusgiwa sudah ditutup. Reza, salah seorang pengurus organisasi mahasiswa yang berkantor di situ sempat mengeluhkan akses yang tertutup tersebut.
Pesta mahasiswa ini baru dimulai sekitar jam 2 siang. Persembahan dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa menjadi pembuka. Grup marching band, lenong, band, dan perkusi, secara bergiliran dipentaskan.

Jarum jam terus bergerak. Semakin sore mahasiswa tak putusnya berdatangan. Ketika malam tiba, tempat di depan panggung utama kian padat oleh mahasiswa. Suasana pun bertambah meriah. Tepuk tangan berulangkali membahana mengikuti setiap akhir penampilan.
Malam itu Viky Sianipar tampil membawakan musik etnik. Viky juga mengiringi penampilan Liga Tari UI. Tak ketinggalan, beberapa wakil fakultas menampilkan kreasi mereka. Tim Fakultas Teknik UI membawakan musik bengkel, musik perkusi yang berasal dari kaleng dan botol bekas.
Tak lama kemudian gairah penonton meledak tatkala belasan penari modern dance menunjukkan kebolehannya. Pertunjukkan kian semarak ketika jarum jam mulai bergeser mendekati pukul 22.00. Tiba-tiba histeria meledak kembali ketika bintang tamu Maliq & d’Essentials naik pentas. Penonton pun langsung merapat.

Tim keamanan panitia sempat kerepotan. Apalagi dari balik semak mulai masuk beberapa penyusup yang tak memiliki tiket. Entah mahasiswa atau bukan. Yang pasti acara ini banderol tiketnya Rp. 20.000. Cukup buat 5 kali makan mahasiswa di Kantin Sastra (Kansas) UI.
Tak cuma penyusup yang memanfaatkan suasana. Malam yang remang juga dimanfaatkan beberapa orang mahasiswa. Di tengah hentakan musik mereka saling berangkulan dengan pasangannya. Angin berhembus lembut di sekitar Pusgiwa saat itu.

Pesta baru usai menjelang tengah malam. Gelap semakin pekat dan dingin kian menggigit di belantara UI yang rindang. Mahasiswa tampak puas menghibur diri menjelang masa ujian akhir semester genap. Lalu mereka membubarkan diri dengan tertib. Sebagiannya, mungkin segera menunaikan shalat Isya yang azannya telah lama dikumandangkan.

Tinggalkan komentar

Filed under Headline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s