Dari Margonda

Menyenangkan menjadi bagian dari komunitas yang selalu menggunakan akal sehat dan intelektual. Kebanggaaan itu kami rasakan setelah satu bulan ini menjadi bagian dari keluarga besar yang bernama kampus. Memang The Campus berusaha menjadi bagian dari komunitas kampus. Bergumul dengan hiruk-pikuk aktivitas mahasiswa. Berkompetisi dengan jadwal perkuliahan yang ketat hanya untuk megambil perhatian mahasiswa dan warga kampus lainnya.
Kami menuntut semua kru agar bisa menyajikan laporan terbaik. Untuk itu sebanyak mungkin berita dikejar. Edisi kali ini tim kami diturunkan untuk meliput acara musik paling heboh menjelang musim ujian. Tak lupa, pekan lalu kami juga mengadakan training jurnalistik untuk semua reporter dan awak redaksi.

Kami mengundang Koodinatator Liputan stasiun  ANTV yang  juga mantan redaktur Majalah Tempo Hannibal Wijayanta. Sabtu pagi itu, The Campus nomor dua “dihabisi” dengan beragam kritik. Mulai dari pembuatan judul hingga tulisan yang kurang tajam.

Dua orang reporter juga kami kirim mengikuti seminar jurnalistik investigatif yang diselenggarakan Badan Otonom Economica FEUI. Harapan kami, dengan beberapa langkah kecil ini The Campus bisa melayani pembaca lebih baik lagi.

Edisi kali ini The Campus muncul dalam karakter sedikit melankolis. Liputan musik dan filsafat, mengisi kolom-kolom baru. Feature-feature kami munculkan untuk membuat edisi ini lebih bersahabat.

Kami bersyukur, sekarang kian banyak respon berupa tanggapan, sambutan, kritik, dan juga permintaan berlangganan. Tulisan yang masuk ke e-mail redaksi terus bertambah. Dengan berat hati, sebagiannya tak bisa ditayangkan karena keterbatasan ruang. Tapi kami berencana setiap tulisan yang masuk tetap akan dimasukkan ke blog koran ini.

Tak lupa, secara terbuka the Campus mengkritik ratusan mahasiswa yang bentrok di Makasar dan Medan. Tindakan semacam itu jelas mencoreng nama baik kaum warga kampus. Semestinya mahasiswa –yang kerap melekatkatkan diri dengan julukan intelektual – mampu menyelesaikan persoalan dengan akal sehat. Berpikir jernih sebelum bertindak. Semoga tak terjadi lagi peristiwa memalukan di masa mendatang.

Tinggalkan komentar

Filed under View

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s